Kamis, 15 Maret 2012

Tanah Lot, Pura dan Sunset Indah di Bali

Siapa yang tak kenal Tanah Lot?.Bagi yang pernah berkunjung ke Bali, Tanah Lot merupakan obyek wisata pantai yang wajib dikunjungi.Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kabupaten Kediri, Kecamatan Tabanan yaitu sekitar 33 km sebelah barat kota Denpasar.Anda bisa menempuh perjalanan selama kira-kira 40 menit dari kota Denpasar.

Pesona pantainya yang indah dengan pemandangan sunset yang mengagumkan dan sebuah Pura yang berada diatas karang di tengah pantai tersebut membuat kita merasa takjub akan keindahannya.Menurut legenda pura Tanah Lot yang terletak diatas karang tersebut, dibangun oleh seorang Brahmana yang mengembara dari Jawa yang bernama Danghyang Niratha pada abad ke-16.Pura tersebut "dijaga" seekor ular yang menurut legenda pula jelmaan dari selendang Brahmana tersebut yang sampai sekarang ular tersebut masih ada.

Disamping Pura Tanah Lot yang terkenal itu, di lokasi wisata tersebut juga ada obyek wisata lain seperti Karang Bolong.Bolong dalam bahasa Jawa berarti lubang jadi Karang Bolong adalah sebuah karang ang bagian bawah atau tengahnya berlubang sehingga terlihat unik bila dipandang.Di ujung utara obyek wisata tersebut juga ada sebuah tempat untuk pertunjukan kesenian khas Bali seperti tari Kecak dll.

Tiket masuk untuk menuju lokasi Tanah Lot ini cukup murah yaitu Rp 7.500/orang.Dari tempat parkir kendaraan, anda harus jalan kaki menuju pintu masuk.Sebelum masuk anda membeli tiket ditempat yang disediakan.Setelah itu sepanjang jalan menuju lokasi pantai atau pura Tanah Lot, berjejer stand-stand penjual pernak-pernik khas Bali, ada juga restoran atau rumah makan disana.Bila anda ingin coba-coba hal lain, Tato temporer bisa jadi pilihan anda.Dengan harga bervariasi tergantung ukuran, sekitar Rp 20.000 - 40.000 anda bisa menghiasi bagian tubuh anda dengan Tato yang cukup keren.

Bila anda hobi belanja, disana juga tersedia berbagai stand atau toko yang menyediakan berbagai macam pernak-pernik khas Bali, salah satunya adalah Toko Agung Bali yang sudah terkenal di seluruh pulau Dewata.Saran saya bila anda berkunjung ke Tanah Lot sebaiknya anda jelajahi semua area disana karena lokasi tersebut cukup luas dan semuanya indah.Selamat bersenang-senang.

Sumber: balibackpacker.blogspot.com

Pantai Jimbaran, Sunset dan Dinner Romantis di Tepi Pantai

Pantai Jimbaran, salah satu pantai dengan pemandangan sunset di Bali memang menyuguhkan pemandangan alam yang unik.Lokasi pantai ini terletak di Desa Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.Jaraknya cukup dekat dengan kota Denpasar sekitar 30 menit perjalanan dan 10 menit dari bandara Ngurah Rai melalui jalan By Pass Ngurah Rai ke arah selatan bila tidak terjadi kemacetan.



Pantai Jimbaran juga dekat dengan pantai Kedonganan yang merupakan pusat pelelangan ikan di Bali.Jadi disini anda bisa membeli berbagai jenis ikan hasil tangkapan para nelayan tradisional dengan harga relatif murah.Oleh karena itu di sepanjang pantai tersebut banyak terdapat restoran seafood yang menawarkan berbagai hidangan laut seperti ikan bakar, cumi-cumi, lobster, udang, lengkap dengan es kelapa muda yang segar.

Disana anda bisa menikmati makan malam atau dinner ditemani oleh suasana sunset yang begitu indah yang tidak anda dapatkan ditempat lain.Untuk harga hidangan seafood tersebut bervariasi biasanya dihitung per gram/ons.Jadi anda tidak akan rugi bila berkunjung kesini, selain pemandangan pantainya yang memanjakan mata, lengkap dengan pasir putih dan sunsetnya yang indah membuat anda tidak ingin meninggalkan tempat ini.Bagi anda yang berlibur bersama pasangan, pantai ini sangat cocok untuk anda berdua.Sambil menikmati matahari terbenam anda dapat makan malam di tepi pantai dengan suasana yang sangat romantis.



Untuk akomodasi anda tidak perlu kuatir, karena di sepanjang jalan menuju pantai Jimbaran terdapat banyak hotel berbintang, spa dan villa.Selain dinner dan sunset, di pantai Jimbaran tersebut juga terdapat beberapa wisata air seperti parasailing, selancar dan naik perahu yang cocok bagi anda yang berjiwa petualang.Dengan tiket masuk yang murah sekitar Rp 5.000/kendaraan anda bisa menikmati panorama pantai dengan sepuasnya.

Sumber; balibackpacker.blogspot.com

Danau Segara Anak










Danau Segara Anak, merupakan sebuah danau yang terbentuk di Kaldera Gunung Rinjani yang berketinggian 3775 mdpl. Pemandangan di Danau ini sungguh menakjubkan dan sangat indah sehingga banyak wisatawan luar maupun dalam negeri bendatangan dan mendaki Gunung Rinjani untuk menyaksikan ke indahan Danau tsb.
Danau Segara Anak yang luasnya 1.100 ha dengan kedalaman 230 m dan Topografinya 2.010 mdpl, di Danau tsb banyak sekali ikan. Banyak orang datang ke sana bukan saja menyakisikan ke indahan Alamnya tapi juga sekaligus mancing....!!!
Di tengah-tengah Danau tsb terbentuk Kerucut Baru yang di namakan Gunung Baru Jari yang tingginya 2.376 mdpl. Gunung ini meletus terahir 2004 tiga tahun yang silam. Danau Segara Anak dapat dipergunakan sebagai tempat memancing. Danau Segara Anak dapat ditempuh melalui dua jalur, dari Senaru Lombok Barat dan Sembalun Lombok Timur. Jalan mendaki dapat diawali dari Pesugulan 78 km dari Mataram. Di sini juga terdapat tempat-tempat indah untuk berkemah terutam di tepi danau Segara Anak.

Danau Segara Anak terletak di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

Sumber: http://www.nusatravel.com

Terjadi Pro Kontra, Wacana Sekotong Jadi Objek Geowisata

Giri Menang (Suara NTb) Adanya rencana pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menjadikan Sekotong sebagai daerah objek Geowisata disambut antusias sebagian kalangan. Pasalnya, usaha tambang di daerah tersebut sangat potensial dijadikan objek wisata. Potensi ini diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga bisa mensejahterakan masyarakat Sekotong dan sekitarnya yang mayoritas miskin. Namun di sisi lain, pendapat kontra juga muncul. Kenapa ?

L. Wirame, dari Kabag TU Dinas Petambangan Lombok Barat (Lobar), yang dikonfirmasi Suara NTB, menegaskan, Pemkab Lobar akan terus melanjutkan rencana eksploitasi batuan mangan yang terkandung dalam perut bumi Sekotong. Begitu pula renana pemerintah menjadikan Sekotong sebagai objek geowisata. Terkait adanya Perda yang melarang adanya galian B di Lombok dinilai Wirame tidak begitu dipermasalahkan. Pasalnya, masih ada celah dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Baik mengenai aspek dampak lingkungan yang akan ditimbulkan, juga akibat lainnya.

Celah yang dimaksudkan Wirame, adanya UU No 32 tahun 2003 tentang otonomi daerah. Dimana secara jelas termaktub pemberian hak seutuhnya kepada kepala daerah masing-masing untuk mengelola daerahnya, termasuk potensi alam yang terkandung di dalamnya guna kesejehteraan rakyat. Selain itu, Perda tersebut dinilai tidak jelas peruntukannya, karena terlalu kontradiktif ditambah lagi tidak ada sanksi yang jelas yang dicantumkan dalam aturan pelarangan dalam Perda tersebut.

Mendagri menurutnya, telah mengeluarkan surat untuk segera merevisi Perda tersebut. Dijelaskan, pertimbangan yang telah diambil pemerintah Lobar disebutkan Wirame, jika penambangan di daerah tersebut benar-benar jadi apalagi ditambah dengan pengembangan wisata dipastikan bisa memakmurkan masyarakat. Lapangan kerja yang akan diciptakan cukup besar, sehingga bisa mempekerjakan masyarakat sekitar.

Sedikit berbeda dengan Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Mataram (Unram). Ir. Pudusung, MP, saat dikonfirmasi Suara NTB di Sekretariat PPLH Senin (4/2) lalu. Ia mengatakan daerah Lombok merupakan daerah yang sangat kecil. Mengacu pada Perda nomor 11 tahun 2006 tentang lingkungan, dinyatakan segala macam bentuk penambangan golongan B hendaknya ditaati. Pasalnya, Pulau Lombok merupakan pulau yang kecil ditambah jumlah ponduduk yang sangat padat.

Pudusung mengaku sangat mendukung rencana Pemkab Lobar menjadikan Sekotong, yang berlokasi di bagian selatan Lobar sebagai daerah geowisata. Namun, sebatas geowisata murni potensi alam yang ada. Bukan pada penambangannya. ‘’Menciptakan wisata jangan dengan menambang, maksimalkan saja potensi alamnya yang alami,’’ paparnya.

Dikhawatirkan Pudusung, setiap melakukan perencanaan pembangunan sering melupakan kajian tentang lingkungan. Ia menyarankan, konsep yang akan diterapkan nantinya dalam menjadikan Sekotong sebagai daerah geowisata benar-benar memperhatikan kajian lingkungannya.

Dampak yang akan ditimbulkan jika benar-benar Lombok ini melanggar Perda tersebut dianggap Pudusung bisa berakibat akan habisnya tempat yang aman di Lonbok. Secara jelas, ia menyarankan tidak melakukan penambangan ketika ingin menciptakan daerah geowisata.

Adanya perhatian pemerintah terhadap lingkungan dinilai Pudusung masih minim. Padahal lanjutnya, masalah lingkungan butuh perhatian besar. Apalagi kalau bicara dampak yang akan ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan tersebut. ‘’Sekarang yang marak dibicarakanan tentang kesehatan lingkungan. Seperti, kita belum pernah sadari banyak sekali logam berat yang kita konsumsi secara tidak sengaja akibat pencemaran lingkungan,’’ cetusnya.

Disarankan Pudusung, pemerintah jangan terlalu mengejar PAD dengan alasan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, tanpa memperhatikan dampaknya bagi lingkungan. Kerena, jika dibanding-bandingkan dampak yang akan ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan lebih besar dengan penghasilan yang akan diperoleh dalam bentuk PAD tersebut.

Pendangan senada juga dilontarkan Kepala Dinas pariwisata seni dan Budaya (Disparsenibud) Lobar, Drs. Tjok Suthendra Rai, M.M, yang dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (6/2). Ia mengatakan bahwa Sekotong kurang potensial sebagai daerah geowisata.

Menurut Tjok, yang dilihat potensial sebagai daerah geowisata adalah kawasan Gunung Rinjani. Pasalnya, keindahan alam yang dimiliki Rinjani juga didukung oleh beberapa gejala alam yang unik seperti adanya Goa Susu, dan juga sumber air panas. Selain itu juga, di Rinjani juga terdapat pembentukan pegunungan baru yang diakibatkan oleh letusan yang terjadi pada beberapa tahun silam. ‘’Kenapa kita malah lantas memilih Rinjani dibanding dengan Sekotong. Untuk daerah Sekotong kita juga punya rencana untuk itu, namun untuk saat ini kita sedang konsentrasi pada Rinjani dahulu yang akan segera kita jadikan sebagai National Park,’’” ungkapnya.

Selain itu, menurut Tjok pihak Pemkab juga sedang mengindentifikasi daerah-daerah mana yang akan dijadikan sebagai daerah geowisata. Untuk Sekotong sendiri, sebenarnya daerah Sekotong bisa dikembangkan apa saja, mulai dari perikanan, pariwisata, pertambangan, peternakan, dan pertanian. ‘’Daerah Sekotong merupakan daerah yang komplit. Jadi kita juga merencanakan untuk mengelola semua itu, sehingga kedepannya Sekotong menjadi daerah pariwisata yang komplit. Malah sekarang belum jelasnya RTRW daerah Sekotong, menjadi masalah,’’ terangnya. (rus/smd)

Sumber : www.sasak.org


Sumber: http://rumah-wisata.blogspot.com

Museum Perumusan Proklamasi Jakarta









Museum perumusan naskah proklamasi merupakan museum sejarah yang menjadi saksi lahirnya naskah proklamasi Indonesia. Persiapan dan perumusan naskah, pengetikan, serta pengesahan atau penandatanganan naskah proklamasi dilakukan di gedung museum. Naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 Wib, oleh Ir. Soekarno diproklamasikan kemerdekaan Indonesia dengan pembacaan Naskah Proklamasi di halaman depan rumah kediamannya, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta atau sekarang menjadi Jl. Proklamasi - Jakarta (Gedung Perintis Kemerdekaan).

lokasi mueum ini ada di Jl. Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat 10310





sumber: http://www.indonesia-travel-guide.com

Jembatan Barelan (Kepri)

Barelang, atau Batam Rempang Galang, merupakan pengembangan Batam sebagai kawasan industri. Barelang merupakan singkatan nama tiga pulau yang mempunyai ukuran yang lumayan besar. Dengan adanya jembatan Barelang, kawasan Batam membesar lebih dari tiga kali lipat. Ada 6 jembatan berturut-turut untuk mengubungkan pulau-pulau itu. Untuk lebih jelas soal Batam dan jembatannya silahkan googling aja, pasti banyak informasinya.

Jembatan ini memang unik untuk ukuran Indonesia, karena dibuat untuk menghubungkan pulau-pulau, bukan sungai seperti jembatan lain di Indonesia. Selain itu jembatan ini terlihat sangat gagah dan kokoh sehingga menjadi ciri khas kota Batam. Ramai turis maupun orang lokal yang sengaja menyinggahi jembatan yang jauhnya hampir sejaman dari pusat kota Batam ini untuk rekreasi.

Berdiri di atas jembatan ini sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan. Kadang terpikir, hebat juga karya anak bangsa kita ini ya, bisa membuat jembatan gantung raksasa. Membuat kita merasa bangga dengan bangsa kita. Ternyata ada juga jembatan megah begini di Indonesia, he he he.

Tapi ada cerita lucu sekaligus mengenaskan dari teman-teman ku di Batam tentang jembatan ini. Mereka ceritakan ini tatkala melihat pasangan sejoli tengah memadu kasih di atas jembatan. Katanya " pas sedang pacaran mainnya di bawah jembatan, pas udah hamil maennya di atas jembatan, terus ntar maen-maen di pinggiran jembatan pura-pura bercanda, eh taunya pacarnya ditolak terjun ke laut. Setelah itu pura-pura nangis dan sedih meraung-raung pacarnya mati, padahal sengaja karena tak mau tanggung jawab". Loh kok begitu? Ternyata kejadian ini pernah terjadi dan menghebohkan warga Batam. Untungnya polisi bisa menangkap pelakunya, yaitu pacar yang tidak bertanggung jawab tadi. Ada-ada aja ulah manusia.

Begitulah sekilas pengalaman di atas jembatan Barelang.... Kalo mampir ke Batam, jangan lupa kesana. Kalo gak ada kendaraan, ajak aja sopir taksi. Pasti mereka tau dan senang hati mengantar. Untuk mengisi perut, di sekitar jembatan banyak warung menjual jagung bakar dan minuman ringan. Lumayan untuk isi perut. Namun hati-hati, jembatan ini cukup tinggi. Jangan sampai ceroboh dan jatuh, karena sudah pasti tidak ada second chance untuk urusan ini.








Foto 1. Salah satu dari sepasang tower penyangga jembatan barelang 1.

Foto 2.Jembatan BarelanJembatan Barelang 2 dengan latar belakang jembatan 1.












Suember : http://wisata-kami.blogspot.com/2008/06/belanda-dan-rusia.html